Biaya Penerapan SMKK

Biaya penerapan SMKK meliputi Biaya Penerapan SMKK dalam pekerjaan konstruksi dan biaya penerapan SMKK dalam jasa konstruksi .

 

Pelaksana Konstruksi 

1) Biaya Penerapan SMKK dalam Pekerjaan Konstruksi mencakup rincian:
a. Penyiapan RKK, RKPPL, dan RMLLP;
b. sosialisasi, promosi, dan pelatihan;
c. alat pelindung kerja dan alat pelindung diri*;
d. asuransi dan perizinan;
e. personel Keselamatan Konstruksi;
f. fasilitas sarana, prasarana, dan alat Kesehatan*;
g. rambu dan perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas*;
h. konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi; dan
i. kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi, termasuk biaya pengujian/pemeriksaan lingkungan*.
2) Huruf c,f,g,dan i merupakan barang habis pakai
3) Huruf h tidak wajib untuk pekerjaan dengan risiko keselamatan konstruksi kecil

 

Biaya Penerapan SMKK

 

Konsultansi Konstruksi

1) Biaya Penerapan SMKK dalam pekerjaan Konsultansi Konstruksi paling sedikit mencakup rincian:
a. penyiapan RKK dan/atau rancangan konseptual SMKK;
b. fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan;
c. kegiatan dan peralatan terkait pengendalian risiko Keselamatan Konstruksi.


2) Biaya Penerapan SMKK dalam pekerjaan Konsultansi Konstruksi terkait biaya asuransi kesehatan, asuransi profesi, biaya pendidikan, pelatihan, asuransi, dan biaya keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan Konsultansi Konstruksi sudah termasuk dalam komponen remunerasi tenaga ahli sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Penyedia Jasa tidak dapat mengusulkan perubahan anggaran Biaya Penerapan SMKK yang tertuang dalam penyesuaian dokumen SMKK dalam hal terjadi:
a. perubahan pekerjaan atau pekerjaan baru serta perubahan lingkup pekerjaan pada kontrak, termasuk pekerjaan tambah/kurang; dan
b. kecelakaan Konstruksi yang mengakibatkan kehilangan harta benda, waktu kerja, kematian, cacat  tetap, dan/atau kerusakan lingkungan.

Untuk pekerjaan dengan Risiko Keselamatan Konstruksi kecil melalui pengadaan langsung dan/atau padat karya, Biaya Penerapan SMKK paling sedikit meliputi:
a. pengadaan APD/APK,
b. sarana dan prasarana kesehatan terkait protokol  kesehatan, dan 
c. rambu keselamatan sesuai kebutuhan.

Penyedia Jasa pengawasan, manajemen konstruksi, dan pelaksana Pekerjaan Konstruksi dapat mengusulkan perubahan anggaran Biaya Penerapan SMKK dalam hal terjadi penyebaran epidemi dan 
pandemi yang belum diperkirakan sebelumnya,  sehingga membutuhkan penanganan kesehatan padpelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.

Usulan perubahan Biaya Penerapan SMKK merupakan biaya terkait pemenuhan protokol kesehatan untuk mengatasi epidemi dan pandemi.