Prosedur Penerbitan Pengesahan Gambar Rencana PUBT

Prosedur Penerbitan Pengesahan Gambar Rencana Pesawat Uap & Bejana Tekanan
Perusahaan pembuat harus memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Dinas Setempat. Surat pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknik yang disyaratkan untuk pembuatan, yang terdiri dari :

  • Gambar rencana
  • Perhitungan kekuatan konstruksi 
  • Dokumen-dokumen terkait pembuatarrencana pembuatan (Sertifikat material verifikasi WPS/POR Pemeriksaan ketebalan Pemeriksaan ketidakbulatan, Pengukuran dimensi Pemeriksaan tidak merusak (NDT))
  • Sertifikat juru las
  • Laporan data pembuatan/MDR (Apabila pesawat uap/bejana tekanan sudah dibuat)
  • Laporan pengujian dari Lembaga Pengujian Independen yang sudah torakreditasi di luar negeri (apabila dibuat di luar negeri)
  • Copy SKP PJK3 bidang Pembuatan/Pemasangan Pesawat Uap dan/atau Bejana Tekanan

Catatan : Pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap diterbitkan oleh pemerintah (Dit Pengawasan Norma K3, Ditjen PPK 8 K3)

 

Prosedur Penerbitan Pengesahan Gambar Rencana PUBT

 

Desain / perencanaan
Hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan : 

  • Tekanan desain adalah tekanan yang digunakan dalam pendesainan/perencanaan suatu pesawat uap / bejana tekanan untuk menghitung tebal pesawat uap / bejana tekanan yang diperlukan belum termasuk penambahan tebal karena korosi
  • Tekanan kerja maksimum yang diperbolehkan adalah kerja paling tinggi pada setiap bagian pesawat uap / bejana tekanan berdasarkan tebal pelat sebenarnya / tebal pelat nominal untuk pembuatan pesawat uap / bejana tekanan
  • Tekanan kerja normal adalah tekanan kerja yang dipakai untuk mengetahui kekuatan konstruksi suatu pesawat uap / bejana tekanan tekan
  • Suhu kerja atau suhu operasi adalah temperatur yang akan dipertahankan pada dinding pesawat uap / bejana tekanan selama pesawat uap / bejana tekanan dioperasikan dan suhu ini tidak boleh melebihi suhu desainSuhu desain adalah temperatur yang dipakai patokan yang tidak boleh dilampaul yang diterima atau kontak dengan dinding pesawat uap / bejana tekanan akibat kontak panas dengan fluida didalam pesawat uap / bejana tekanan berdasarkan suhu test bahan dinding pesawat uap / bejana tekanan
  • Nilai tegangan tarik adalah nilai kuat tarik dari bahan yang didapat dari hasil pengujian Tarik
  • Nilai tegangan maksimum yang diperbolehkan adalah tegangan maksimum yang diizinkan yang digunakan dalam rumus desain suatu pesawat uap / bejana tekanan. Tebal pelat dinding pesawat uap / bejana tekanan adalah tebal yang dimiliki oleh suatu pesawat uap / bejana tekanan, berupa tebal pelat yang diperlukan, tebal desain dan tebal nominal.

a. Tebal yang diperlukan adalah tebal yang diperoleh dari suatu rumus dalam Standart atau Formula
b. Tebal desain adalah tebal yang diperlukan (a) ditambah ketebalan karena korosi (allowance)
c. Tebal nominal adalah tebal pelat yang sebenarnya (actual) yang digunakan untuk pembuatan suatu pesawat uap / bejana tekanan. Efisiensi sambungan las adalah suatu angka atau koefisiensi yang dipakai sebagai angka pengali pada nilai tegangan maksimum yang ditoletikan. - Nilai batas mulur bahan adalah nilai tertinggi tegangan yang diizinkan untuk menghitung kembali kekuatan kontruksi suatu pesawat uap / bejana tekanan.
  

Pemilihan Material

Pemilihan utama dalam pemilihan suatu material adalah kemungkinan korosi yang timbul jika material/bahan tersebut tidak berada dalam kondisi yang sesuai dengan medium gas yang dikemasnya, faktor-faktor lainnya yang dipertimbangkan adalah kegunaannya sifat mekanik, sifat fisik kimia, daya tahan terhadap cuaca, lingkungan, panas, biaya pembuatan/pengadaan, perawatan serta pemeliharaan. 

Pemilihan bahan konstruksi terutama ditujukan untuk keperluan keselamatan pemakalan/keselamatan kerja disamping untuk mendapatkan biaya yang murah, dengan tidak terlepas dari pertimbangan adanya pengaruh zat kimia mediumnya terhadap bahan konstruksi dan sebaliknya Jika untuk menyimpan atau mengemas satu jenis gas/zat kimia kemungkinan besar dapal diperoleh suatu bahan konstruksi yang dapat tahan sepenuhnya, namun bahan tersebut dapat jadi terlalu mahal atau pun tidak tersedia sama sekali, seningga dalam praktek biasanya dipilih dalarn suatu bahan yang secara ekonomi lebih murah dan mempunyai laju korosi yang cukup lambat.

Untuk bejana/tangki penampung guna gas-gas atau bahan kimia yang berbeda, bahannya pun juga harus berbeda-beda. Oleh karena itu pemilihan bahan harus benar-benar memenuhi alau tahan terhadap semua zalgas/bahan kimia yang masuk Dalam kenyataan hal ini mustahil, untuk hal tersebut sebagian besar bahan-bahan konstruksi pesawat uap / bejana tekanan digunakan bahan dengan daya tahan yang cukup tinggi dan dengan memberi tambahan ketebalan plat dinding sesuai laju timbulnya korosi.

Berikut ini diberikan keterangan mengenai beberapa bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam konstruksi pesawat uap / bejana tekanan untuk keperluan penyimpanan / penampungan gas bertekanan atau tangki penampung bahan kimia lainnya.

Logam
a.    Logam-logam besi seperti besi tuang, besi campuran, baja lunak (mild steel) baja campuran, baja tahan karat (stainless steel)
b.    Logam-logam bukan besi seperti aluminium timah, nikel krom, tembaga seng perunggu dan kuningan


Non Logam
a.    Logam-logam besi seperti besi tuang (cast iron) dan besi campuran (iron alloy), karena sifatnya kedua jenis ini tidak dapat digunakan untuk pembuatan bejana tekan (cocok untuk tangki bahan-bahan kimia).

  • Kadar karbon harus rendah (0,1-0,25%)
  • Dalam keadaan normal korosinya harus lambat
  • Tidak mudah potato rapuh

Untuk bahan pembuatan pesawat uap / bejana tokanan digunakan baja baik baja lunak (mild steel), baja tuang (cast steel) maupun baja tahan karat (stainless steel) atau baja campuran.
b.    Logam-logam bukan besi seperti aluminium, kromium tembaga, timah, nikel, tin, seng, kuningan, kuningan dan perunggu pada dasar tidak dapat dipakal untuk tangki/bejana penampung bahan kimia
c.    Bahan bukan logam lainnya seperti: grafit, kaca, plastic dipakai sebagai bahan tambahan pelengkap instalasi pesawat Lap / bejana tekanan sesuai kebutuhan.

 

 


PT. Kualitas Indonesia Sistem ( KIS ) melayani training Ahli K3 Umum, Ahli K3 Konstruksi (Muda, Madya, Utama), Auditor SMK3, Petugas P3K, Petugas Pemadam Kebakaran ( Kelas D, C, B, A) , Ahli K3 Listrik, Teknisi K3 Listrik, Hiperkes (Higiene Perusahaan Kesehatan), Supervisor Perancah, Ahli K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut (SIO Operator Alat Berat).

Selain Training K3 PT. Kualitas Indonesia Sistem ( KIS ) juga mempunyai Layanan Konsultan Sertifikasi SMK3 ( Sistem Manajemen Keselamatan Kerja ) , Sertifikasi ISO non-akreditasi dan Akreditasi ( Nasional dan Internasional ) dan BIMTEK SMKK PUPR (Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi - Petugas Keselamatan Konstruksi )

Email : kualitasindonesia@gmail.com
Website : www.kiscerti.co.id | www.jasapelatihanmurah.com


Informasi Training dan Sertifikasi