Riksa Uji
Riksa Uji adalah pemeriksaan dan pengujian peralatan kerja oleh pihak yang ditunjuk dan diberi kewenangan oleh pemerintah , untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari Kementerian Tenaga Kerja / Kemnaker RI . Tes Pemeriksaan K3 ini dilakukan secara berkala atau berulang-ulang sesuai jangka waktu tertentu tergantung dari jenis objek yang dilakukan inspeksi.
Tujuan Riksa Uji adalah mengetahui kondisi laik pakai sebuah peralatan kerja yang merupakan aset perusahaan untuk mendapatkan Sertifikat/Ijin Pemakaian atau Re-Sertifikasi (berkala) dan membantu Perusahaan dalam Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - SMK3 yang akan mewujudkan Budaya K3 di Perusahaan, serta secara berkelanjutan akan patuh terhadap penerapan Undang-undang dan peraturan terkait lainnya, terutama dibidang keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di Indonesia.
Manfaat Riksa Uji
Berikut beberapa manfaat dari dilakukannya riksa uji di perusahaan :
- Sebagai bukti komitmen telah menjalankan K3 di perusahaan
- Meningkatkan citra perusahaan karena sudah bersertifikasi dalam peralatan yang digunakan
- Mencegah dan mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja ( zero accident )
- Mencegah terjadinya cacat/kematian pada tenaga kerja
- Mencegah terjadinya kerusakan pada tempat dan peralatan kerja
- Mencegah pencemaran lingkungan dan masyarakat di sekitar tempat kerja
- Menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja
Apa Perbedaan Pemeriksaan dan Pengujian
Pemeriksaan adalah kegiatan mengamati, menganalisis, membandingkan, dan mengevaluasi kondisi Lingkungan Kerja untuk memastikan terpenuhinya persyaratan sesuai dengan aturan sedangkan Pengujian adalah kegiatan menguji dan mengukur kondisi Lingkungan Kerja yang bersumber dari alat.
Dasar Hukum Riksa Uji
- Undang – Undang Uap No. 1 Tahun 1930 tentang Pesawat Uap;
- Permenakertrans No. 05 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat Angkut;
- Permenaker No. 31 Tahun 2015 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir;
- Permenaker No. 33 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja;
- Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekan dan Tangki Timbun;
- Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang K3 Pesawat tenaga Produksi;
- Permenaker No. 06 Tahun 2017 tentang K3 Elevator dan Eskalator;
- Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. 11 Tahun 1997 tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran.
Ruang Lingkup Riksa Uji
Riksa uji dimulai dari proses pembuatan peralatan sampai penerbitan surat keterangan hasil pemeriksaan dan pengujian. Tidak hanya itu, ruang lingkup aktivitas riksa uji mempunyai jangkauan yang luas. Untuk Melakukan Pemeriksaan dan Pengujian harus dilakukan Oleh Tenaga Spesialis Atau Teknisi yang berkompeten dalam bidangnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal
- Pemeriksaan dan Pengujian yang dilakukan pada saat proses pembuatan peralatan;
- Pemeriksaan dan Pengujian yang dilakukan pertama kali pada saat dalam tahap pemakaian dan penggunaan;
- Pemeriksaan dan Pengujian yang dilakukan pertama kali pada saat peralatan baru dipasang atau setelah dipasang;
- Pemeriksaan dan Pengujian dengan cara Tidak Merusak / Non Destructive Test (NDT);
- Pengujian Beban Peralatan Angkat Angkut;
- Penyusunan Laporan Akhir Kegiatan Pemeriksaan dan Pengujian termasuk kesimpulan dan saran hasil pemeriksaan dan pengujian;
- Penerbitan Sertifikat Hasil Riksa Uji dari PJK3; dan
- Penerbitan Surat Keterangan Hasil Riksa Uji dari Pengawas / Kepala UPT Pengawas Ketenagakerjaan setempat dalam jangka waktu lebih kurang 1 (satu) bulan.
Siapa yang Berhak Melakukan Riksa Uji ?
Yang mempunyai kewenangan melakukan riksa uji adalah pihak yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai Perusahaan Jasa K3 Uji Riksa .
Proses Riksa Uji
Secara umum proses Riksa Uji K3 adalah sebagai berikut :
- Pemeriksaan data teknis
- Pengamatan objek di lokasi
- Pencatatan data lapangan
- Membandingkan kesesuaian teknis dengan aturan standar nasional
- Evaluasi teknis untuk standardisasi yang digunakan
- Analisa dari kelayakan instalasi / pemasangan
- Laporan hasil pemeriksaan
Jenis Riksa Uji K3
1. Riksa UJi Pesawat Uap dan Bejana Tekan ( PUBT )
Pesawat uap terdiri dari sebuah ketel uap dan mesin uap. Jenis ketel uap terdiri dari 2 sisi rata, sisi atasnya adalah puncak ketel dengan bentuk ½ silinder, dasarnya sisi pelatnya yang dilengkungkan ke arah dalam.
Ketel uap merupakan suatu pesawat yang bertujuan mengubah air pada bagian dalamnya jadi sebagian uap, dengan proses pemanasan. Pemanasan melalui proses pembakaran, jadi di dalam sistem tenaga uap ini akan selalu ada tempat pembakaran. Apabila tekanan uap semakin tinggi tiap ketel wajib bisa menahan tekanan uap tersebut. Tekanan uap ini akan digunakan untuk penggerak generator / mesin dan menghasilkan tenaga listrik.
Penggolongan ketel uap berdasar pada tempat penggunaannya, yakni darat / darat berpindah, berdasar letak sumbu silinder ketel / ketel uap mendatar dan ketel uap tegak, dan berdasar konstruksi & aliran panas.
Bejana tekan merupakan sesuatu yang bertujuan menampung fluida bertekanan / bejana di luar pesawat uap, dan di dalamnya ada tekanan lebih dari udara luar. Digunakan untuk menampung gas campuran, dan termasuk di antaranya udara baik terkempa jadi cair / dalam keadaan beku / larut.
Jenis Pesawat Uap dan Bejana Tekan
Berikut beberapa jenis pesawat uap dan bejana tekan yang dilakukan riksa uji
- Ketel Uap
- Bejana Uap (Sterilizer)
- BPV
- Tangki Timbun
- Bejana Tekan (Compressor)
- Pipa Bertenaga / Bertekanan
- dll
2. Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut ( PAA )
Pesawat Angkat dan Angkut adalah suatu pesawat atau alat yang dgunakan untuk memindahkan, mengangkat muatan baik bahan atau barang atau orang secara vertical dan atau horizontal dalam jarak yang ditentukan
Pesawat Angkat adalah pesawat atau peralatan yang dibuat dan di pasang untuk mengangkat, menurunkan, mengatur posisi dan/atau menahan benda kerja dan/atau muatan.
Pesawat Angkut adalah pesawat atau peralatan yang dibuat dan dikonstruksi untuk memindahkan benda atau muatan, atau orang secara horizontal, vertikal, diagonal dengan menggunakan kemudi baik di dalam atau diluar pesawatnya ataupun tidak menggunakan kemudi dan bergerak diatas landasan, permukaan maupun rel atau secara terus menerus dengan menggunakan bantuan ban atau rantai atau rol.
Jenis Pesawat Angkat Angkut
Berikut beberapa jenis pesawat angkat angkut yang dilakukan riksa uji
Pesawat Angkat
- Tower Crane
- Takel
- Peralatan Angkat Listrik
- Pesawat Pneumatic
- Gondola
- Keran Angkat
- Keran Magnit
- Keran Lokomotif
- Keran Dinding
- Keran Sumbu Putar
- Escalator dan Travelator
- Ban Berjalan
- Rantai Berjalan
Pesawat Angkut di atas Landasan dan di atas Permukaan
- Truk
- Truk Derek
- Traktor
- Gerobak
- Forklift
- Kereta Gantung
- Alat Angkutan
Pesawat Jalan di atas Rel
- Lokomotif
- Gerbong
- Lori
Pesawat Pita Transport
- Konveyor Rantai
- Konveyor Ban Berjalan
- Konveyor Silinder Hidrolik
Alat Bantu Angkat
- Sling Wire rope
- Rantai
- Tali Serat
- Spreder Bar
- Shaker
- Kiem
- O-ring dll
3. Riksa Uji Pesawat Tenaga dan Produksi ( PTP )
Pesawat Tenaga dan Produksi adalah pesawat atau alat yang bergerak berpindah-pindah atau tetap yang dipakai atau dipasang untuk membangkitkan atau memin- dahkan daya atau tenaga, mengolah, membuat: bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.
Jenis Pesawat Tenaga dan Produksi
Apa saja yang termasuk dalam pesawat tenaga dan produksi ( PTP) , antara lain:
Peggerak Mula
- Motor Bakar
- Turbin
- Kincir Angin
- Atau Motor Penggerak Lainnya
Transmisi Tenaga Mekanik
- Transmisi Sabuk
- Transmisi Rantai
- Dan Transmisi Roda Gigi
Mesin Perkakas dan Produksi
- Mesin Asah
- Mesin Poles dan Pelicin
- Mesin Tuang dan Cetak
- Mesin Tempa dan Pres
- Mesin Pon
- Mesin Penghancur
- Mesin Penggiling dan Penumbuk
- Serta Mesin lain yang sejenis
Tanur
- Blast Furnace
- Basic Oxygen Furnace
- Electric Arc Furnace
- Refractory Furnace
- Tanur Pemanas (Reheating Furnace)
- Kiln
- Oven
- Dan Furnace lain sejenis
4. Riksa Uji Instalasi Listrik dan Penyalur Petir ( IL dan IPP )
Riksa Uji Instalasi Listrik ( IL )
Listrik adalah bagian tak terpisahkan dalam menyelesaikan aktivitas perusahaan sehari-hari. Tanpa adanya listrik maka alat elektronik di perusahaan tak akan berfungsi. Tetapi di balik fungsinya itu, ada potensi bahaya yang ditimbulkan. Kesalahan instalasi listrik dapat mengancam keselamatan tenaga kerja, lingkungan, keamanan bangunan. Contohnya kebakaran. Karena itu tiap tenaga kerja yang berkaitan dengan listrik, untuk pemasangan, pengoperasian, perbaikan, dan pemeliharaan instalasi listrik itu wajib punya ketrampilan dan pengetahuan K3, dan membutuhkan surat izin beserta sertifikat K3.
Riksa Uji Penyalur Petir ( IPP )
Merupakan pengujian baru & berkala di instalasi penyalur petir di gedung perusahaan. Ada 2 jenis bentuk dari penangkal petir yang umum dipakai, antara lain penangkal petir elektrostatis dan penangkal petir konvensional. Di mana antara keduanya itu yang menjadi pembeda yakni ruang lingkup proteksi dari bahaya petir sekaligus berbeda pada penempatannya.
Yang perlu dipasang instalasi penyalur petir dan perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian berkala antara lain:
- Bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bangunan sekitarnya seperti: menara-menara, cerobong, silo, antena pemancar, monumen dan lain-lain;
- Bangunan dimana disimpan, diolah atau digunakan bahan yang mudah meledak atau terbakar seperti pabrik-pabrik amunisi, gudang penyimpanan bahan peledak dan lain-lain;
- Bangunan untuk kepentingan umum seperti: tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung pertunjukan, hotel, pasar, stasiun, candi dan lain-lain;
- Bangunan untuk menyimpan barang-barang yang sukar diganti seperti: museum, perpustakaan, tempat penyimpanan arsip dan lain-lain;
- Daerah-daerah terbuka seperti: daerah perkebunan, Padang Golf, Stadion Olah Raga dan tempat-tempat lainnya.
5. Riksa Uji Sistem Proteksi Kebakaran
Riksa uji ini dibutuhkan untuk menjalankan program perawatan pada instalasi fire hydrant, dan alarm kebakaran di perusahaan kamu. Di mana riksa uji akan dilakukan berdasar ke fakta-fakta yang kami sebutkan di atas, juga standar pipe code tentang piping inspection. Secara teknis hal ini perlu dilakukan, caranya yakni proses reliability analysis untuk instalasi pipa fire hydrant.
Sudah menjadi tanggung jawab dari pemilik usaha untuk melakukan riksa uji ini. Karena keselamatan pekerja ketika jam kerja dan di lokasi tempat usaha merupakan tanggung jawab dari pemilik usaha yang bersangkutan.
Jenis Instalasi Proteksi Kebakaran
Yang termasuk Jenis Instalasi Proteksi Kebakaran di antaranya adalah:
- Instalasi hydrant & springkler
- Instalasi fire alarm system
- Instalasi Floading System
- dll
6. Riksa Uji Elevator dan Eskalator
Elevator atau Lift adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi, yang biasanya lebih dari tiga atau empat lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah umumnya hanya menggunakan tangga jalan atau eskalator. Lift-lift pada zaman modern memiliki tombol-tombol yang dapat dipilih penggunanya sesuai lantai tujuan mereka.
Eskalator atau tangga jalan adalah sarana transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur berupa rail atau rantai yang digerakkan motor. Karena digerakkan motor listrik, eskalator dirancang untuk mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. Untuk jarak yang pendek, eskalator digunakan di seluruh dunia, terutama di pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, hotel, dan fasilitas umum lainnya.
Contoh Elevator
- Elevator panorama
- Elevator penumpang
- Elevator pelayanan / service
- Elevator rumah tinggal
- Elevator penanggulangan kebakaran / fire elevator
- Elevator pasien
- Elevator miring / incline elevator
- Elevator disabilitas
- Elevator barang
- Elevator lain-lain sesuai pasal 1 angka 2 di PERMENAKERTRANS RI Nomor 6 / 2017
Contoh Eskalator
- Eskalator dengan sudut 0 derajat hingga tinggi 12 derajat serta ada palet / travellator.
- Eskalator dengan sudut kemiringan 26,5 derajat s/d 35 derajat, dan terdapat anak tangga.
- *Jenis-jenis elevator dan eskalator di atas tertera dalam dasar hukum yang bersangkutan.
7. Riksa Uji Lingkungan Kerja
Persyaratan K3 bagi Tenaga Kerja Lingkungan Kerja tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja meliputi:
- Pengendalian Faktor Fisik dan Faktor Kimia berada di bawah TLV.
- Pengendalian Faktor Biologis, Faktor Ergonomis, dan Faktor Psikologis Kerja agar memenuhi standar.
- Penyediaan fasilitas kebersihan dan kebersihan yang bersih dan sehat serta fasilitas kebersihan di tempat kerja.
- Penyediaan tenaga K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang lingkungan kerja.
Hubungi Tim Kami
Silakan hubungi kami via WhatsApp :
0812 1811 5050
Telepon
(0291) 432366
PT. Kualitas Indonesia Sistem ( KIS ) melayani training Ahli K3 Umum, Ahli K3 Konstruksi (Muda, Madya, Utama), Auditor SMK3, Petugas P3K, Petugas Pemadam Kebakaran ( Kelas D, C, B, A) , Ahli K3 Listrik, Teknisi K3 Listrik, Hiperkes (Higiene Perusahaan Kesehatan), Supervisor Perancah, Ahli K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut (SIO Operator Alat Berat).
Selain Training K3 PT. Kualitas Indonesia Sistem ( KIS ) juga mempunyai Layanan Konsultan Sertifikasi SMK3 ( Sistem Manajemen Keselamatan Kerja ) , Sertifikasi ISO non-akreditasi dan Akreditasi ( Nasional dan Internasional ) dan BIMTEK SMKK PUPR (Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi - Petugas Keselamatan Konstruksi )